Menjaga kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting terutama bagi para remaja . Karena pada masa remaja adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik terutama dalam menjaga kebersihan yang menjadi aset sangat penting dalam jangka panjang khususnya remaja putri. Menjaga kesehatan reproduksi agar lebih sehat yaitu dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga serta dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen.
Peran sekolah dalam konteks pendidikan kesehatan ini adalah memberikan muatan informasi dan pelajaran tentang keseluruhan aspek kesehatan reproduksi, penyakit akibat hubungan seksual maupun upaya-upaya preventif lainnya. Melihat pentingnya peran sekolah tersebut, langkah awal yang harus dilakukan adalah peningkatan pengetahuan dan pemahanan secara individu bagi seluruh stakeholder sekolah terkait tentang kesehatan reproduksi.
Oleh karena itu perlu adanya hubungan yang berkesinambungan antara sekolah, siswa dan orangtua serta stakeholder yang terkait untuk membuat lingkungan yang memberikan kenyamanan dalam keseluruhan aspek pengembangan pendidikan kesehatan reproduksi remaja.
Juga perlunya sarana inovasi sekolah yang memberikan layanan kesejahteraan fisik, mental, spiritual dan sosial yang utuh bukan hanya mengajak untuk bebas dari penyakit atau kecacatan saja, tetapi juga dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem kesehatan tubuh terutama sistem reproduksi secara seimbang. Dalam hal ini kami, SMP Negeri 3 Blitar melakukan pengembangan suatu inovasi layanan kesehatan reproduksi berupa INOLAPS (Inovasi Layanan Premenstrual Syndrome)
Menjaga kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting terutama bagi para remaja . Karena pada masa remaja adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik terutama dalam menjaga kebersihan yang menjadi aset sangat penting dalam jangka panjang khususnya remaja putri. Menjaga kesehatan reproduksi agar lebih sehat yaitu dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga serta dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen.
Peran sekolah dalam konteks pendidikan kesehatan ini adalah memberikan muatan informasi dan pelajaran tentang keseluruhan aspek kesehatan reproduksi, penyakit akibat hubungan seksual maupun upaya-upaya preventif lainnya. Melihat pentingnya peran sekolah tersebut, langkah awal yang harus dilakukan adalah peningkatan pengetahuan dan pemahanan secara individu bagi seluruh stakeholder sekolah terkait tentang kesehatan reproduksi.
Oleh karena itu perlu adanya hubungan yang berkesinambungan antara sekolah, siswa dan orangtua serta stakeholder yang terkait untuk membuat lingkungan yang memberikan kenyamanan dalam keseluruhan aspek pengembangan pendidikan kesehatan reproduksi remaja.
Juga perlunya sarana inovasi sekolah yang memberikan layanan kesejahteraan fisik, mental, spiritual dan sosial yang utuh bukan hanya mengajak untuk bebas dari penyakit atau kecacatan saja, tetapi juga dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem kesehatan tubuh terutama sistem reproduksi secara seimbang. Dalam hal ini kami, SMP Negeri 3 Blitar melakukan pengembangan suatu inovasi layanan kesehatan reproduksi berupa INOLAPS (Inovasi Layanan Premenstrual Syndrome)





